Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Menggadai Keperawanan Anus dan Memek Ayu

Biodataviral.comCewek ini namanya Ayu, dia temen dari Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost

sambil maen gitar,hampir setengah jam gue di depan, Dian terlihat pulang tapi kali ini sama temen-temennya.
eh, Dian baru pulang sekolah ya? kok ampe jam segini? maen dulu ya? gue becandain si dian. Enggak kok mas, tadi ada les
di sekolah. oh gitu ya gue jawab dengan santai. trus bawa temen banyak mau ada acara apa? tanya gue lagi. mau belajar


kelompok mas, eh kenalin dong mas temen-temen Dian!! Dian nyuruh gue kenalan ma temen-temennya. ni mas Hendra namanya
sahut Dian. salah satunya ya si Ayu itu, uh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodinya udah mantap beda ma temen lainnya,
dalam hati gue terpesona liat si Ayu. mas, Dian kedalem dulu ya!, oh iya-iya.belajar yang akur ya! sambil tersenyum
Dian masuk kerumahnya.
Malam harinya gue ke rumah Dian karena emang gue dah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda ma Dian,
eh, temen Dian yang namanya Ayu tadi manis juga ya? ,kenapa mas? naksir ya? dasar si Dian ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos
Dian punya nomer telponnya ga? mas minta ya? Dianpun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ni cari aja sendiri yang
dinamain Ayoe ya mas..kata Dian.gue langsung catet nomornya si Ayu. udah mas? tanya Dian. udah nih? makacih ya besok
mas beliin coklat deh ,bener ya mas! kata Dian bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget.

Tanpa berlama-lama gue coba sms si Ayu, hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue ga? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu
maen dirumahnya. eh si Ayu pun balas sms gue oh iya ayu masih inget dong, kan baru tadi.. he he… sms pun berlanjut terus.
sehari, dua hari, tiga hari gue ma Ayu smsan,gue coba iseng ngajak dia keluar. Ga gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu
gue ma Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor, ga kerasa udah sore banget dah waktunya
pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya,Ayu bilang dah mas nyampe sini aja nganternya!.
gue tanya kenapa? mas ga boleh tau rumah Ayu ya?, ga pa pa kok mas lain waktu kan bisa ,
oh ya udah, besok maen lagi ya? ajak gue.
iya mas jawab Ayu.

Selang beberapa hari Ayu maen kerumah Dian,gue kebetulan ada di depan rumah Dian, eh mas Hendra, Dian ada dirumah ga mas?
tanya Ayu.oh tadi ada di belakang,masuk aja! sekalian aja gue minta dia mampir ke kost gue ntar mampir ke tempat mas ya!




dia cuma senyum-senyum
Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi
entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan
gue bisa have a fun ma dia berdua di kamar. ga nahan bodinya masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap

Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. masmas Hendra gue bangun dari kasur dan
keluar,gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. Ayu, ada apa? Dian ga ada ya? tanya gue .ada kok mas tadi cuma bentar Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Pahlawanku Minta Jatah Ngentot Anus Ku

Aopok.comCerita ini berawal ketika saya memberanikan diri menulis kisah saya yang pertama di 27Tahun, juga beberapa waktu yang silam. Mungkin pengalaman ini tidak banyak orang yang mengalaminya dan saya mungkin termasuk salah satu yang beruntung bisa mengalami ‘experience’ semacam ini. Ini adalah salah satu kejadian yang tidak akan mungkin saya lupakan seumur hidup saya.


*****

Sudah saya ceritakan sebelumnya di cerita saya beberapa waktu yang lalu bahwa saya adalah seorang biseks yang sangat, sangat dan sangat mengagumi sosok seorang polisi pada umumnya dan polisi Indonesia pada khususnya juga masing-masing yang berumur kurang lebih 30 tahunan ke atas. Saya sangat suka melihat polisi yang sudah jadi oom-oom, baik itu sedang berada di jalanan sedang rajin-rajinnya mengatur kemacetan lalu lintas ataupun yang ada di dalam kantoran seperti Polda Metro Jaya. Melihatnya saja dapat membuat libido saya naik memuncak sampai ke titik paling puncak dalam titik adrenalin dalam diri saya.

Ternyata pucuk dicinta ulam pun tiba, hari yang saya nanti-nantikan akhirnya tiba juga, tidak sia-sia saya menulis kisah dan cita-cita saya dalam salah satu rubrik 17Tahun.com. Begitu banyak mail balasan yang saya tidak sangka akan masuk dalam alamat mail saya, baik itu sanjungan, pujian, kritikan ataupun ejekan. Dengan tidak saya sangka ternyata ada salah satu anggota polisi yang berpangkat cukup tinggi yaitu seorang letnan kolonel yang merespon. Sebut saja namanya Eko (nama samaran) memberanikan diri untuk membalas hangat, memuji dan mengkritik tulisan saya di Uniform Mania. Setelah beberapa kali kami berbalas-balasan email dan saling berSMS ria dengan nomor HP kami masing-masing, kamipun berkenalan mengenai jati diri masing-masing akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di kantor beliau pada waktu dan jam yang sudah kami sepakati bersama.

Saya menyadari berapa beruntungnya saya karena akhirnya saya bisa bertemu dengan salah satu sosok yang memang saya paling kagumi, dengan pangkat letkol lagi. Aaahh.. pada hari yang telah kami janjikan, maka pada hari itu juga saya segera memacu kendaraan saya untuk bisa sampai di Polda Metro Jaya. Waktu 1/2 jam bukanlah jarak jauh yang saya tempuh. Akhirnya sampai juga saya di polda pada hari yang indah ini, saya memarkirkan kendaraan di tempat yang memang sudah disediakan. Saya pun turun, menuju pintu masuk dan langsung mencari ruangan yang memang sudah disepakati untuk saling bertemu. Begitu banyak sang polisi gagah dan mature yang membangkitkan libido saya di tempat ini. Ah, alangkah bahagianya saya kalau Pak Eko termasuk salah satu diantara mereka. Akupun lalu berkhayal.

Dengan hitungan beberapa menit saja akhirnya saya sudah menemukan ruangan yang dimaksud, lalu saya mengetuk pintu. Setelah beberapa lama ada yang membukakan pintu, seorang polisi muda bernama Heru mendatangiku.
“Ingin mencari siapa, Pak?!”
“Oooh, maaf selamat pagi, Pak, saya mencari Bapak Eko!”.
“Oh, Pak Eko, anda masuk aja lurus dan belok kanan, nah, Pak Eko sedang di ruangannya mungkin sedang online, tunggu saja di dalam”. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Menggoda Ojek Payung dengan Lobang Anal Ku

Tradingan.comSore itu hujan turun dengan derasnya dan seperti biasa aku tidak melewatkan hal itu, disamping aku sekali hujan-hujanan, aku juga mengharapkan sekali uang dari para pelanggan-pelanggan yang mau mengojek payungku.


Kebanyakan yang menggunakan jasa ojek payung adalah para orang kantoran. Saat aku sampai di jalan besar keadaan sudah mulai sepi namun hujan masih turun. Pada saat aku sedang duduk di bawah rindangnya pohon dekat biasa aku berdiri menanti para pengguna jasa ojek payung tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara;
” Dik, payungnya diojekin nggak?” tanya si pemuda tadi
” eh..iya Bang “. jawab ku sambil mendongakkan kepala yang memang pada saat itu aku memakai topi.

Aku menelan ludah manakala yang kulihat seorang pria berwajah tampan dengan rambut berpotongan pendek berdiri dihadapan ku yang lebih aku tambah tertarik lagi manakala ku pandangi tubuhnya yang besar dan kekar terbalut kaus yang ketat sehingga menampakkan puting susunya yang menonjol dan dengan perut yang tampak rata terlebih lagi ketika aku memandang bagian bawah perutnya yang terbungkus celana jeans nampak sekali tonjolannya. Aku sempat bergumam dalam hati.
” itu kontol enak sekali ya kalau di sepong “. gumamku dalam hati.
” bagaimana dik, diojekin apa tidak “. tanya sipemuda tadi
” eh..iya..iya diojekin, dimana rumah abang?” tanyaku
” di gang kencana II ” jawab si pemuda tadi sambil menggamit bahuku. Tentu saja darahku langsung mengalir dengan derasnya. Apalagi kucium bau keringatnya sangat menusuk hidung dan akupun tak mau melewatkannya.
” kamu tidak sekolah?” tanyanya sambil merangkul bahuku. Aku semakin gugup saja.
” saya..saya sekolah pagi .” jawabku singkat
” oya ..nama saya Pedro, nama kamu siapa?” tanya pedro sambil memegang tangkai payung tadi
” toby..abang orang baru disini ya?” tanyaku sambil memberanikan diri merangkul pinggangnya sementara saat itu pedro tidak memperdulikannya.
” iya..saya baru dua hari tinggal disini “. Jawabnya sambil terus menelusuri jalan. Saat itu juga aku tidak melewatkan kesempatan untuk memperhatikan bagian selangkangannya yang nampak begitu besar. Akupun akhirnya bertanya

” Abang tinggal sendiri atau sudah menikah?” tanyaku lagi.
” Saya belum menikah, tetapi saya sudah bertunangan dengan gadis sekampung dengan saya” jawab pedro
” Pasti tunangan abang cantik?” tanya ku sambil memandangi wajahnya yang ditumbuhi bulu halus sekitar kumis dagu dan jambangnya.
” Bagaimana kamu bisa menyimpulkan itu?” tanyanya sambil mengencangkan pelukan tangannya dibahuku , Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Pacar Kedua Ku Selalu Memberikan Anal Sex

Piool.comCerita ini merupakan kisah nyata dan terjadi dengan diriku. Namaku Doni, aku kuliah di salah satu universitas terkenal di Bandung. Aku punya pacar yang tentunya cewek cukup banyak, tapi aku tidak pernah selingkuh sebelumnya. Aku lumayan sering ganti-ganti pacar, bahkan berhubungan badan dengan sebagian besar pacarku (cewek) sebelumnya.


Kejadian ini terjadi sekitar 2 bulan lalu, tepatnya di bulan September, satu hari sebelum keberangkatanku ke Jerman untuk melanjutkan kuliahku. Malam itu, aku merayakan acara perpisahan kecil-kecilan di salah satu cafe terkenal di Bandung. Kami hanya berempat termasuk Javi, Toni dan Leo teman karibku serta aku sendiri. Selama di cafe kami hanya bersenang-senang dan aku tidak ada pikiran sama sekali ini semua terjadi akan dengan Javi.

Javi baru kukenal 2 bulan terakhir dari Toni yang merupakan teman akrabku di kampus. Dan selama ini aku hanya sekedar teman biasa dengannya, dan kebetulan saja malam itu Javi sedang berada di rumah Toni. Javi kelihatan sangat lelaki sama seperti aku dan tidak ada sama sekali tampang suka sesama jenis. Javi, jujur aku akui dia itu ganteng dan punya badan bagus. Dia itu keturunan Pakistan dan ibunya Sunda. Wajahnya mirip Thomas Djorghi, tapi lebih sedikit hitam dan macho tentunya. Dia mahasiswa tingkat akhir salah satu kampus parawisata di Bandung. Ukuran badannya sekitar 175/73, dan dia sempat aktif di dunia model di Jakarta, tapi kurang begitu berhasil. Alasannya karena terbentur dengan deadline tugas akhir kuliahnya yang sudah terlambat.

Waktu saat itu menunjukkan tepat jam 1 pagi, dan aku harus pulang, sebab besok siang aku harus ke Jakarta untuk berangkat penerbangan malam. Jadi kami berempat pun kembali, dan kebetulan Javi satu mobil denganku. Dengan alasan sudah kemalaman dan dia lupa membawa kunci pagar rumah kost-nya, akhirnya Javi tidur di rumahku, sedangkan Toni dan Leo balik ke rumahnya. Pikirku saat itu, untung ada teman ngobrol buat tidur. Selama di mobil kami saling cerita tentang pacar kami, dan rencana ke depan. Katanya dia ingin jalan-jalan ke Malaysia akhir tahun.

Sampai di rumah, kebetulan ada acara MTV Unplugged, dan bintangnya Goerge Michael. Di sini semua mulai terjadi. Javi mengatakan bahwa GM seorang gay, dan aku pun tahu tentang itu. Dia lalu mengatakan bahwa dia juga gay. Terus terang aku terkejut sekali. Tapi tanpa sadar aku tenang saja waktu itu. Terus terang aku kagum dan suka melihat tubuh cowok macho, karena aku juga ingin seperti itu. Kayanya benih gay aku ada, tapi aku tidak menyadarinya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Bebas Ngentot Hadiah Bagi Pahlawan 2

Iklans.com“Sin, biarin Cici istirahat di ranjang dulu ya, kita mainnya di tempat lain dulu, oke..”

“Ya terserah kamu deh, asal jangan di luar kamar, kan malu,” katanya sambil memencet hidungku dengan nakal.
“Ya, iyalah masa di luar sih, dasar cewek sableng,” kataku sambil membantunya berdiri.

Kami berdiri berhadapan saling peluk tanpa mengenakan selembar benangpun, kutatap wajah dan matanya dalam-dalam, semakin dilihat semakin cantik. Kurapatkan dia ke tembok, kukecup keningnya merambat ke telinganya dimana aku berbisik, “Sin, kamu pernah melakukan ini pada siapa saja?”



“Baru loe, Andry, dan bekas pacar gua di SMA, loe sendiri gimana Le, gua ini cewek keberapa yang luperlakukan begini?”
Aku terdiam sesaat lalu kujawab, “Selain Vivi dan Ci Diana mungkin kamu yang ketiga dan terakhir bagiku Sin.”
“Kenapa loe bilang aku yang terakhir Le?”
“Ya, karena aku sudah berdosa pada Vivi, aku tidak mau menambahnya lagi.”
“Hihihi, ternyata masih ada juga pria lugu seperti kamu Le.”
Lalu dia berkata di dekat telingaku, “Jadi loe belum bisa membedakan antara seks dan cinta,” habis menyelesaikan kata-kata dia langsung mengulum telingaku dan kubalas dengan meraba punggung mulus dan pantatnya.

Kami saling raba bagian-bagian sensitif selama beberapa saat dan kini kuangkat kaki kanannya masih dalam posisi berdiri dengan bersandar di tembok. Pelan-pelan kumasukkan batang kemaluanku ke liang yang sudah becek itu, benar-benar sempit milik Sinta ini, lebih sempit dari Diana sehingga dia meringis kesakitan sambil mempererat cengkramannya di pundakku saat kumasukkan batangku.
“Aduhh.. ahh.. pelan-pelan Le, sakit.. ahh..!” Sedikit demi sedikit batangku sudah masuk setengahnya.
Kuhentikan gerakanku sejenak sambil berkata, “Sin, kamu siap?”
“Siap apaan sih.. aawww..sakitt!” jeritnya. Sebab saat dia bilang ‘sih’ kuhujamkan sekuat tenaga sisa batangku yang belum masuk sampai mentok dan kurasakan kepala batang kejantananku menghantam dasar kemaluannya dengan kuat sehingga tubuhnya tersentak dan matanya membelakak kaget, telapak tanganku sudah kusiapkan di belakang kepalanya agar ketika terkejut kepalanya tidak membentur tembok.

“Jahat loe, bikin kaget gua aja,” tanpa banyak bicara lagi kugerakkan pantatku maju mundur membuatnya mengerang-erang setiap kusentakkan tubuhku ke depan. Dadaku saling bergesekan dengan dadanya. Sambil terus menggenjot kuciumi terus bibirnya sehingga erangannya tertahan, yang terdengar hanya suara, “Emmhh.. emmhh.. emhmm..”

Beberapa saat kemudian tubuhnya kurasakan seperti menggigil dan dia mempererat pelukannya, demikian juga aku makin erat memeluknya sampai kurasakan hangat pada batang kejantananku disusul keluarnya cairan bening dari liang senggama Sinta, cairan itu mengalir deras dari sumbernya terus turun ke pahanya dan sampai ke ujung kakinya. Perlahan-lahan gerakanku melemah dan akhirnya berhenti, kuturunkan kakinya dan kulepaskan batangku yang masih menancap di kemaluannya. Tubuh Sinta yang sudah basah kuyup oleh keringat melemas kembali dan merosot sampai terduduk di lantai, keringat di punggungnya membasahi tembok di belakangnya. Kuambil tisu lalu kubersihkan cairan kenikmatan yang mengalir membasahi tungkainya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Bebas Ngentot Hadiah Bagi Pahlawan 1

Aopok.comSaya berasal dari Tasikmalaya dan sudah 2 tahun menempuh kuliah di Jakarta. Di sini aku tinggal di sebuah rumah kost yang dihuni banyak mahasiswa perantauan sepertiku. Kisah ini bermula ketika aku sedang berbelanja ke sebuah mall di Jakarta. Aku tidak sendirian, tapi bersama 2 gadis teman kostku, mereka adalah Diana dan Sinta. Keduanya cantik dan sama-sama warga keturunan sepertiku. Diana adalah seniorku semester akhir, sama-sama jurusan manajemen denganku, sifatnya pendiam, banyak yang mengatakan dia judes karena jarang tersenyum, karena sifat tertutupnya inilah temannya cuma sedikit, tapi kalau sudah akrab ternyata orangnya baik dan menyenangkan. Dia sering membantuku dalam tugas-tugas kuliah.




Hubungan kami seperti kakak adik, orangnya putih cantik, tinggi, rambut panjang, wajah oval dan bodinya ideal, kalau dilihat-lihat mirip dengan Vivian Hsu, sedangkan Sinta seangkatan denganku tapi dari fakultas psikologi, pacarnya adalah salah satu temanku yang sedang belajar di luar negeri, sifatnya periang dan humoris, kadang-kadang suka bercanda kelewatan, tingginya skitar 160 cm, bodinya langsing, berambut lurus sebahu, wajahnya putih licin dengan hidung mancung, dia dan aku termasuk beberapa dari segelintir orang yang dekat dengan Diana.

Malam itu langit sudah gelap kira-kira jam 19:00, kami sudah selesai berbelanja dan sedang menuju tempat parkir bertingkat. Tempat itu sudah sepi dan gelap karena aku kebetulan parkir di tingkat agak atas jadi jarang ada kendaraan. Suasana di sana cukup menyeramkan hanya diterangi lampu remang-remang. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh 2 orang preman berpenampilan sangar yang menghadang jalan kami.

“Hei babi, tunggu dulu kalo mau lewat serahin dulu duit yang kalian punya, ayo!” kata yang kurus gondrong itu.
“Wah gile bawa cewek juga nih dia, cakep-cakep lagi, eh cewek mau main sama kita nggak!” timpal temannya yang berambut cepak. Aku segera bergerak menepis tangan si cepak ketika hendak mengelus pipi Diana yang tampak ketakutan.
“Hei, hei.. kalau mau duit gua ada tapi jangan macam-macan sama temanku!” bentakku padanya.
Rupanya mereka tidak terima dan si gondrong mengeluarkan pisau lipatnya dan menyerang ke arahku, aku menghindar dan menangkap pergelangan tangannya, kupuntir dengan jurus aikido yang kupelajari sejak SMA, “Ci Diana, Sinta, cepat masuk ke mobil dan lari, jangan tunggu gua!” seruku pada mereka seraya memberi kunci mobil pada Diana, mereka segera masuk ke mobil dan kudengar mesin sudah dinyalakan tapi bukannya lari malah menungguku.

“Heh bangsat, mau jadi jagoan loe, ayo kita hajar dia dulu Wan baru kita kerjain cewek-ceweknya,” kata yang gondrong pada temannya. Si cepak menerjang ke arahku tapi kutendang perutnya sampai terhuyung-huyung ke belakang.
“Ayo masih berani maju?” tantangku dengan memasang kuda-kuda. Yang cepak itu masih belum kapok, dia mengeluarkan pisaunya dan mencoba menusukku, kami sempat terlibat pertarungan seperti dalam film-film action. Tanganku sempat tersabet pisau dan membuat luka gores sepanjang kira-kira 10 cm, namun aku berhasil merebut pisau si gondrong dan kupatahkan pergelangan tangannya, sementara yang cepak terkena tinjuku pada mulutnya sehingga terlihat darah pada bibirnya.

Sebenarnya aku mulai kewalahan tapi aku mencoba tetap tenang dengan menggertak mereka dengan pisau yang kurebut sambil berdoa dalam hati, kami terdiam sesaat lalu mereka perlahan-lahan mundur, membalikkan badan dan kabur entah kemana, akhirnya berguna juga ilmu bela diri yang kupelajari selama ini. Aku segera masuk mobil, kusuruh Diana segera tancap gas, dengan wajah masih tampak tegang dia segera menjalankan mobil dan keluar dari situ.

Sinta berkata padaku, “Ihh tangan kamu berdarah tuh, kamu nggak apa-apa?”. Sinta membantu mengobati lukaku dengan peralatan P3K di mobilku.
“Leo, kamu nggak apa-apa, kita ke rumah sakit ya,” sambung Diana.
“Ah nggak usah kok cuma luka gores aja, nggak sampai kena tulang lagi, tinggal diobatin dan diperban sendiri aja, kalian tenang sajalah, harusnya gua yang terima kasih pada kalian, kalian sudah gua suruh kabur dulu tapi malahan nungguin, kalau gua kalah tadi gimana coba!” Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Threesome Ngentot Dua Mantan Kekasih Bergairah

Topoin.comSepulang sekolah kurasakan suasana yang sepi di rumahku. Satu persatu nomor telepon teman kusambung dan tiada yang ada di rumah. Sesaat kucoba telepon mantan pacarku, ternyata ada, dan kucoba satunya lagi dan ternyata juga ada. Kuajak mereka janjian ke rumahku.

Sejam telah berlalu. Mereka berdua akhirnya datang. Suasana sepi rumah hilang. Akhirnya kami saling bercanda. Rian dan Anto adalah mantanku dan kami awalnya teman yang cukup akrab dan suka berkumpul bersama. Sebenarnya masih ada perasaan suka di hatiku terhadap mereka. Rasanya kurindu akan suasana dulu. Kami mulai bercanda dan duduk bersamaan. Rian memang mantanku yang agresif. Terkadang ia memegang tanganku dan juga merangkulku. Anto melihat reaksi Rian tampaknya ia tak mau kalah. Hal yang sama pun ia lakukan.


Mungkin karena mereka mantanku maka aku tidak canggung. Sebenarnya aku menyukai sentuhan-sentuhan mereka. Tahap demi tahap kejadian pun terlewati. Kadang aku dipeluk Rian dan kadang aku dipelukan Anto. Aku pun tak mau kalah, kebetulan Anto saat itu diam dan kupeluk ia dari belakang. “Rin, itu kamu empuk ya,” sahut Anto sambil menggoyangkan punggungnya yang tertempel dadaku sehingga bergesekan. Kurasakan nyilu dan nikmat di putingku, dan membuatku terdiam sesaat. Kemudian,
“Masa, sori Nto.. tapi enak ya,” ucapku sambil bercanda.
“Kayak gitu nggak enak, yang enak kayak ini,” perlahan Rian menarikku dan perlahan kulepaskan Anto.
Rian memelukku, tangannya kurasakan menyentuh dadaku dan mengusap-usapnya lalu meremas-remas.

Sesaat kuterdiam menahan nafas dan agak terkaget dengan sentuhan Rian. Kurasakan putingku mengeras dan menegang membuat aliran darahku terangsang keseluruh tubuh. Rasanya nyilu dan nikmat membuat seluruh tubuhku merinding dan lemas. Perlahan mengalir ketonjolan didekat saluran kencingku. Kemudian kurasakan bibir vagina dan anusku berdenyut-denyut. Kusadari aku terangsang. Untung Rian tak menyentuh selangkanganku. “Udah yan, lepasin tangannya dong!” ucapku sambil kedua tanganku melepaskan kedua tangan Rian dari dadaku. Walaupun sebenarnya kusuka, tapi kutolak karena aku terangsang. Kurasakan sebuah bibir mencium kupingku. Mataku melirik ke arah wajah tersebut dan kulihat sekilas wajah Anto. Sesaat kuterdiam kembali. Nikmat di dalam darahku mengalir kembali. Bibir Anto kemudian melumat daun telingaku. Kurasakan nikmat dan lembut mulut Anto dan membuatku tidak dapat mengelak dan menolak. Perlahan lidah Anto menjulur masuk ke lubang telingaku. “Aaahh..” hanya itu yang bisa kuucapkan. Daguku terangkat tinggi. Kurasakan putingku mengeras dan menegang menjadi sensitif. Kurasakan nyilu dan nikmat di putingku.

Tampaknya Rian tak mau kalah. Segera tangannya meremas-remas dadaku. Perlahan kurasakan mulut Rian melumat bibirku. Lidahnya menjilati semua yang ada di mulutku. Aku hanya bisa terdiam tak bergerak, kurasakan pikiranku melayang jauh. Birahiku mengalir di dalam darahku. Tubuhku semakin sensitif dan haus akan sentuhan. Terlintas di pikiranku berharap mendapatkan yang lebih lagi. Kurasakan buaian tangan Anto di pahaku sehingga membuat daerah sensitif di selangkanganku semakin menjadi. Kurasakan rokku perlahan diangkat Anto. Tangannya mengelus-elus pahaku dari daerah paha luar, dalam dan sampai di belahan selangkanganku.

Terlintas di pikiranku bahaya bila pembantuku melihat kejadian ini. Perlahan kulepaskan bibirku dari bibir Rian. Dengan suara yang tegang dan gemetar akhirnya dapat kuucapkan,
“Udah dong..! Jangan ya, nanti pembantuku ngeliat.” Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Ngentot Gadis Simpanan di Gang Bukake 2

Piool.comSebagai gambaran, “piston” Edi termasuk Short Stroke type, dengan diameter piston cukup besar 50 mm, tetapi connecting-rod-shaftnya/batang penis pendek sekitar 100 mm, diameter conrod-nya sekitar 40 mm, sehingga kepala piston dengan batang ada selisih 10 mm dibagi 2 atas bawah, jadi parit di kepalanya ada jarak 5 mm (sebagai gambaran seperti dandang/untuk masak nasi jaman dulu), udah gitu item lagi dan habis dibotakin; jadi rambut kemaluannya tumbuh agak kasar (siapa bilang wanita tidak suka pada rambut yang kasar?, dengan kemaluan yang pendek mestinya dia akan berusaha memompa pistonnya dengan dorongan/putaran tinggi, karena sifat dari short-stroke adalah untuk putaran tinggi, kalau nggak.. tenaga/kenikmatan yang dihasilkan akan kurang efektif/nikmat.


Via mengangkangi pistonnya Edi sambil memegangnya dengan menghadap ke arah Edi dan mulai memasukkan ke cylinder-liner-nya, karena sudah ada pelumasan awal, jadi masuk juga, tetapi tetap aja kulihat Via menggigit bibir bawahnya, aku nggak tahu “enak atau sakit”, atau keduanya. Saat Via mengangkat pantat terlihat labia minornya monyong ke bawah, saat pantatnya turun labia minornya “tenggelam” ikut tertusuk. Kuperhatikan wajah Edi biasa-biasa saja, pantes dia pesan enam, lha coba kalau satu orang bisa lecet-lecet tuh cylinder liner-nya.

Mira telah turun dari wajahnya Edi, tetapi yang lain tetap pada posisi kecuali Eva. Eva dan Mira saling merangsang sambil mengeluarkan desah-desah kecil di sisi samping tempat tidur dekat tembok, nggak berapa lama posisi Via -mungkin Edi kasihan juga melihat usaha Via yang mengangkat pantatnya makin lama semakin rendah, selain itu kemungkinan Via capek menahan nikmat yang diderita plus ngangkat pantat, habis kegedean piston sih- Via akhirnya digantikan Mira, tapi..

“Mas pakai karet yah” rayu Mira.
“Ya deh” jawab Edi, kemudian “dipakein” deh sama Mira, kali ini Mira memasukkan piston dengan membelakangi Edi, dan nggak lama terdengar suara lenguhan agak keras yang cukup membuat -kalau ada- tamu disekitar kamar akan mendengar, tapi masih terlalu pagi untuk ramai. Semakin lama pompaan semakin cepat yang terkadang naik-turunnya lambat tapi MMX-nya berputar ccw/searah jarum jam kadang uccw, saat akan memulai periode cepat waktu diangkat, “plup” kemaluannya Edi terlepas dari vagina Mira tetapi tanpa sarung?, nah lho? Nampaknya vagina Mira agak kering dan masih sempit (belum membara/kurang konsentrasi/dia mengeluarkan jurus vacuum-nya -yang tahu persisnya hanya si Edi) sehingga menahan laju karet, di sisi lain bagian dalam karet ada sedikit pelumas/pembunuh sperma yang cukup licin, sehingga karet menempel di dalam kemaluannya Mira, tetapi Edi masih terus mencoba memompa, yah tambah masuk deh tuh karet- Dia nggak tahu kalau karet sudah terlepas (padahal diameternya 50 mm itu gede lho, koq bisa lepas sarungnya).

“Udah Mas, karetnya terlepas,” jawab Mira, sambil berdiri, dan memasukkan telunjuk serta jari tengahnya untuk menjepit karet yang tertinggal di dalam vaginanya, dan turun dari tempat tidur. Ellis mengambil inisiatif menggantikan posisi Mira, menciumi puting Edi, ke arah leher, sambil menggesekkan putingnya sendiri ke dadanya Edi, dengan kombinasi menggesekkan klitorisnya ke kemaluan Edi, diulang berkali-kali, dan tanpa terasa, pistonnya masuk sendiri (kemungkinan si Ellis udah konak dan basah), Ellis merubah posisi dengan menduduki kemaluan Edi, tidak bergerak naik turun seperti yang dilakukan Mira atau Via, tetapi menekan dan kadang maju-mundur kadang memutar ccw atau uccw (seperti orang sedang nguleg, tahu khan) klitorisnya ke arah bulu kemaluan di bagian atas kemaluan Edi yang baru tumbuh dengan arah tumbuhnya ke atas (sepertinya baru dicukur) persis ketemu klitorisnya yang memerah, atau seperti orang yang sedang menaiki kuda, dengan mengeluarkan lenguhan kecil sambil memutar sendiri puting susunya. Cukup lama juga. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Ngentot Gadis Sange di Gang Bukake 1

Iklans.comAwal tahun ini saya kedatangan teman dari kantor cabang yang datang dari sebuah pulau kecil belahan barat Indonesia, dia kepala perwakilan. Setelah rapat-rapat yang melelahkan, keesokan harinya, tepatnya pagi hari jam 09:00, dia menemuiku,

“Bud, gue suntuk banget nih (BT-birahi tinggi), gimana kalau kita jalan, lu khan tahu situasi Jakarta, sedangkan gue khan udah lama nggak di sini, tolong dong temenin gua!” kalimat pertamanya di pagi hari yang cerah ini (langit biru tak awan), setelah semalam Jakarta diguyur hujan habis-habisan.
“Ed, bukannya di tempat lu, lebih banyak” jawabku, soalnya dia tinggal satu hari lagi tinggal di Jakarta, karena pekerjaannya lebih cepat satu hari dari rencana.


“Iya sih, tapi di sana itu lagu baru penyanyi lama, dan lagian kebanyakan sisa orang singapore, yang ‘kembali-botol’ (isinya ditumpahin di Indonesia)” katanya sambil duduk, kepala di jatuhkan ke sandaran kursi, dan kaki diletakkan di atas mejaku.
“Ya sudah kalau gitu, tapi lu liat waktu dong ini khan working-hour, lagian kepagian, di sananya, juga lagi pada molor,” jawabku, sambil shut-down computer.

Akhirnya kami berdua pergi, setelah dalam mobil,
“Ke mana kita?” tanyaku.
“Terserah, tempat mangkal lu aja!” jawabnya.
“Gua udah nggak ke tempat gituan lagi, Ed!” jawabku pura-pura bego.
“Ah, bilang aja lu takut ketahuan kartunya, ya sudah masuk tol dalam kota” gerutunya.
“Ke arah mana” tanyaku lagi.
“Tol Jagorawi” jawabnya, aku pikir wah jauh banget nih, bisa-bisa pulang malam, setelah ambil kartu di pintu tol jagorawi, tiba-tiba..

“Ambil kiri” untung, aku bersorak dalam hati, jadi nggak kejauhan, coba kalau ke puncak, bisa pulang besok, aku diam aja, biar dia yang ngasih tahu jalan, tak berapa lama sampai di ujung jalan tol.
“Kanan” katanya lagi, wah kacau nih bisa-bisa tempat mangkalku nih.
“Yah, kiri masuk” katanya, sampai deh, tuh khan bener ke mabes, tapi aku tetap mengekspresikan belum pernah kemari.

“Katanya sudah lama nggak tinggal di Jakarta, koq masih inget aja sih,” gerutuku, sambil menutup pintu kodok.
“Yah kalau tempat ginian sih inget” jawabnya sambil senyum.
“Lagian kita kepagian Ed untuk ngamar” kataku.
“Enakkan kepagian belum bekas orang dan tenaga masih penuh!” jawabnya. Setelah kita masuk ke tempat itu, waktu sudah cukup siang buat orang kantoran, Edi ke resepsionis, tanpa membuka album, dia bicara agak lama dengan Mbak resepsionis, dan setelah itu..

“Bud, lu, gue pilihin, udah yuk masuk!” ajaknya. Dari daftar yang aku baca sepintas belum ada tamu yang datang, mungkin terlalu pagi. Aku ikutin Edi dari belakang, sementara room boy ikutin aku dari belakang, kiri REGULAR, kanan VIP, wah dia ke kanan. Setelah itu sebelah kiri VIP large room sebelah kanan VIP medium room, dia ke kiri. VIP large room ada dua, di kiri dan kanan, dia ke kiri, jadi aku akan ke kanan, tapi si Edi menoleh ke arahku dan..

“Bud, lu masuk ke kamar gue aja!” katanya, wah gang Bang nih. Setelah kita masuk kamar ke dua, tirai di tutupkan oleh room boy. Sebelumnya room boy menanyakan kita mau minum apa. Nggak berapa lama dia datang membawakan delapan botol air mineral 500 cc, gila bener sih Edi, mau ngisi radiator kali?

“Koq nggak sendiri-sendiri aja sih?” tanyaku, setelah room boy meninggalkan kamar.
“Udah deh” jawabnya singkat. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Mosaik Para Istri Yang Diperkosa 2

Aopok.comPeristiwa Kedua,

SOPIR BOSS

Pesta ulang tahun istri boss telah usai. Para undangan sebagian menuju mobil mereka untuk pulang, sebagian lain lagi menunggu supir masing-masing berdiri di kanopi rumah boss. Dengan ditemani istri boss aku menunggu suamiku yang saat ini masih terlihat bicara serius dengan boss serta staff direksi yang lain. Beberapa saat kemudian kulihat suamiku bersama boss mendekat ke aku. Boss yang bicara padaku,
“Maaf Bu Dibyo, Pak Dibyo saya tahan karena ada yang perlu dibicarakan untuk pertemuan dengan pengusaha Jerman besok. Ibu biar diantar Tarjo supir saya pulang lebih dahulu. Nggak apa-apa ya Bu, maaf nih”, demikian permintaan maaf boss Mas Dibyo yang nggak mungkin aku sanggah lagi sebagaimana kebiasaan di lingkungan kantor kami.
Ada kebanggaan bahwa suamiku, Mas Dibyo, merupakan staff inti yang selalu dibutuhkan pada saat-saat kritis seperti ini, tetapi aku sudah terlampau banyak dikorbankan untuk hal-hal seperti ini.


Kebetulan aku meraih “door prize” saat istri boss mengundi nomer urut tamu malam ini. Lumayan aku dapat flat TV 21 inchi yang bisa aku pasang di kamar tidurku nanti. Mobil BMW 650i yang super mewah berhenti di latar kanopi begitu boss usai bicara padaku. Tarjo sang supir bergegas mengambil dooz besar TV-ku dan membukakan pintu kursi belakang untukku.

“Selamat malam, Bu. Wah rupanya Pak Dibyo bisa sampai malam hari ini, Bu. Soalnya saya dengar rombongan pengusaha Jerman itu minta bapak untuk membuat draft LOI (maksudnya, Letter of Intent) untuk besok pagi”. Begitu Tarjo memberikan selamat malam padaku dan menyampaikan informasi mengenai tugas Mas Dibyo hasil dari nguping pembicaraan bossnya.

Sampai di rumah aku turun lebih dahulu untuk membuka pintu dan menyalakan lampu ruang depan. Tarjo mengangkat dooz TV ke dalam rumah. Saat itu terpikir alangkah baiknya kalau Tarjo bisa sekalian membantu membongkar TV-nya dan menaruh di kamar tidurku. Dengan senang hati dia melakukan permintaanku. Boss sudah nggak nunggu saya lagi kok Bu, jadi saya bisa bantu ibu sebentar, begitu jawabnya. Saat itu kuperhatikan matanya begitu berbinar setiap aku ngajak omong. Dia tidak hanya memperhatikan bibirku yang bicara tetapi juga gaun malamku yang menampakkan bahuku yang terbuka, belahan buah dadaku, pinggulku. Aku sudah terbiasa menghadapi pandangan mata lelaki macam itu, tetapi mestinya bukan kelasnya Tarjo. Aku merasakan bahwa sebagai lelaki Tarjo pasti juga tergerak birahinya melihat perempuan seperti aku, itu jelas dari cara matanya memandangku. Aku mafhum.

Tarjo dengan cepat dan cekatan melaksanakan permintaanku. Nampaknya dia ingin benar-benar membuat aku senang. Dan sebagai terima kasihku kubuatkan minuman saat selesai memasang TV di kamar tidurku. Sementara dia minum aku masuk kamar untuk ganti baju.

Aku sedang membuka blus setengah dadaku yang tanpa kancing melalui kepalaku ketika tiba-tiba aku mendengar langkah kaki Tarjo memasuki kamarku dan sama sekali tak kuduga ketika dia memelukku dengan kuat dan langsung menciumi ketiakku. Aku berteriak tertahan karena malu kalau sampai kedengaran tetangga, sementara mukaku masih tertutup oleh blusku sehingga aku tidak melihat apa-apa di sekelilingku. Dengan sigap tangan kuat Tarjo membekap mulutku dari balik blusku, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Mosaik Para Istri Yang Diperkosa 1

Aopok.comPemerkosaan seksual dalam beragam bentuk hampir setiap hari terjadi di seputar kita. Baca saja koran-koran kuning ibu kota yang pada setiap hari penerbitannya selalu memuat berita pemerkosaan atau tindak kekerasan seksual lainnya. Bahkan hampir setiap minggu berita-berita pemerkosaan menjadi headline.


Secara harfiah kata pemerkosaan berarti, memaksakan kehendak. Seseorang memperkosa secara seksual pada orang lain, artinya sesorang memaksakan kehendaknya atas segala yang dia pikirkan dan lakukan secara seksual kepada orang lain dan masa bodoh apakah orang lain itu senang atau tidak senang dengan apa yang dia lakukan. Prinsip memaksakan kehendak itulah yang menetapkan, bagaimanapun juga, sebuah pemerkosaan adalah sebuah kejahatan. Artinya pemerkosaan seksual adalah perbuatan yang penuh kepengecutan, noda dan pelanggaran hukum yang bisa mendatangkan penderitaan pada sang korban dan hukuman fisik dunia bagi para pelakunya.

Beberapa orang korban pemerkosaan atau orang dekatnya telah mengirimkan informasi atau kisah melalui e’mail ke saya. Ternyata demikian banyak ragam pemerkosaan, baik dari segi motif-nya, pemicunya, situasi saat pemerkosaan berlangsung, akibat sesudahnya dan sebagainya. Secara umum masyarakat memandang korban pemerkosaan sebagai aib. Tetapi di antara para korban tidak seluruhnya menyesali apa yang pernah mereka alami. Bahkan mereka menyebutnya sebagai pengalaman hidup yang indah. Mereka memperoleh sensasi nikmat birahi dari pemerkosaan yang mereka alami. Dalam batas-batas tertentu mereka selalu mengenang bahkan ingin sekali mengalaminya lagi.

Saat-saat yang paling menyeramkan dalam menghadapi pemerkosaan adalah saat awal terjadinya peristiwa. Rata-rata korban sangat ketakutan atas kemungkinannya tindakan keras dan kasar yang bisa melukai fisiknya atau bahkan mengancam jiwanya. Dan banyak para pemerkosa, yang biasanya memang lantas ketagihan untuk mencari korban berikutnya, sangat memahami kelemahan akan tekanan psikologis pada para korban tersebut. Oleh karenanya untuk memperlancar operasionalnya mereka juga menggunakan berbagai bentuk ancaman, baik berupa ancaman fisik lengkap dengan peralatan senjata tajam atau lainnya, juga ancaman mental psikologis misalnya dipermalukan atau mempermalukan di depan orang lain.

Sesudah melewati saat awal yang menakutkan itu ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi pada sang korban, yaitu, dia menyerah pasrah dan menikmati sebagai bentuk petualangan seksual atau menyerah pasrah dengan tetap merasa menderita, dendam dan tertekan jiwanya. Hal tersebut sangat tergantung konsep alam pikiran maupun kesiagaan dan kesadaran mental setiap orangnya. Tetapi yang paling nyata adalah, apa yang sesungguhnya terjadi sulit sekali bisa dimengerti dan dibaca dari pihak luar.

Beberapa pelaku sering membela diri bahwa dia tidak memperkosanya, karena dia mengetahui pada saat pemerkosaan berlangsung sang korban nampak begitu menikmati perkosaannya, bahkan ada yang menyatakan ingin mengulangi kenikmatannya lagi. Beberapa komplain atau pengaduan dari korban lebih disebabkan adanya kehendak-kehendak lain di luar perkosaannya itu sendiri, misalnya kekhawatiran akan kemungkinan keluarga suami korban menuntut perceraian karena merasa aib, atau bahkan minta segera dikawinkan dengan si pemerkosa apabila ternyata belakangan ketahuan hamil dari hasil perkosaannya itu. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik